Rabu, 22 April 2009

CinT^aa





Layaknya seorang Wanita, Cinta juga adalah sebuah Misteri yang sangat susah untuk dilukiskan. Dalam lukisan Michael Angelo tentang arti Cinta hanya ada lukisan kedua tangan yang terbuka dan tampak seorang pemuda dengan baju kusut yang berjalan dari kejauhan. Filosofi arti Cinta bagi banyak orang adalah sebuah kata yang paradoks. Tidak ada satu ahli Filsafat pun yang tuntas memberikan Filosofi arti Cinta yang memuaskan. Saat jatuh cinta pun kita semua pasti setuju bahwa terlalu sulit menggambarkan perasaan cinta yang sedang kita alami. Lebih mudah menggambarkan sel terkecil dalam tubuh daripada melukiskan atau memberi gambaran Filosofi Cinta. Namun ada sebuah gambaran kecil mengenai Filosofi Cinta yang mungkin bisa memberi sedikit gambaran tentang arti Cinta.

Suatu saat ada seorang Pemuda yang bertanya kepada ayahnya. "Apa itu Cinta dan bagaimana cara agar aku mendapatkannya ?" tanya pemuda itu kepada sang Ayah. Ayahnya pun menghela nafas panjang dan memberikan sedikit gambaran Filosofi arti cinta kepada pemuda tersebut "Pergilah ketaman sebelah, pilihlah Bunga yang menurutmu paling indah dan bawalah kemari, namun jangan pernah kamu berbalik arah". Lalu pergilah pemuda tersebut ketaman sebelah rumah dan melakukan seperti yang diperintahkan.

30 Menit kemudian Pemuda tadi kembali tanpa bunga satupun ditangannya. Sang ayahpun bertanya "Apakah kau tidak menemukan bunga terindah dalam taman tersebut ?" Pemuda itupun menjawab "Ketika aku menyusuri seluruh taman dengan terus berjalan maju, sebenarnya aku melihat bunga terindah, namun aku abaikan sementara karena aku berpikir mungkin masih ada bunga yang lebih indah. Setelah aku susuri semua dan mengingat bahwa aku tidak boleh berbalik arah, maka aku baru sadar bahwa tidak ada bunga yang lebih indah lagi selain bunga terindah yang tadi aku lihat". Ayahnya hanya tersenyum dan berkata "itulah arti Cinta".

Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.

Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad . Allah berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)

Rasulullah  dalam haditsnya dari shahabat Tsauban  mengatakan: ‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah  berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah  menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”

Definisi Cinta

Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)

Hakikat Cinta

Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

Cinta kepada Allah

Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:

“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)

Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah , faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah  maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”

Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah  bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik :
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah .
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah . (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)
Cinta adalah Ibadah

Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah berfirman:

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)

“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)

Adapun dalil dari hadits Rasulullah  adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”



Macam-macam cinta

Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:

Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.

Kedua, cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman:

“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:

“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)

Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:

“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)

Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.



Buah cinta

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di  menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)

Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.

Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.

CiNtA




Cinta adalah penyatuan antara kepala yang berbeda tapi mau menjalani misi yang berbeda dan hampir mempunyai kesamaan namun tidak terlihat sama. cinta adalah sesuatu yang abstrak namun setiap insan manusia jika dalam dirinya tidak ada cinta mereka merasakan hidup hampa dan tidak mempunyai rasa sakit, sehat, sedih dan bahagia.
Cinta memang abstrak tapi mari kita jelajahi cinta kita pada diri kita sendiri sudahkah kita merawat cinta kita yang ada dalam hati kita sehingga setiap hari kita bisa mempunyai motifasi walau pun orang atau benda yang kita cintai itu tidak nampak begitu nyata, seperti kita mencintai Rasullah SAW , Cinta pada ALLAH SWT dan mencintai Malaikat-malaikatNYA dan mencintai Qada dan Qodar.

Senin, 20 April 2009

Bahasane Inyonge

aparane = apaan

lumah = terlentang

keprimen/kepriben = gimana

mengko = nanti

mengko disit = nanti dulu

mbejud = nakal

dengklang = pincang

cempulek = alamak, astaga.....

mandeg = berhenti , ngandegna = berhentikan

kula = saya

inyong = aku

gigal = jatuh

ana maning............

tambahan

gajul = nendang pake ujung kaki

nylekamit = enak, nikmat

eman = sayang

eman-eman = sayang (kalo mo buang sesuatu)
misal "eman-eman nek dibuang = sayang kalo dibuang"

ngrungokna = dengarkan

bodol = rusak

inggeng-inggeng = ngintip

turut = sepanjang, contoh "turut gili = sepanjang jalan"

gili = jalan

mukti (biasanya berubah jadi "kemukten" ) = harga diri, kebanggaan, kharisma

kemukten = ke

temen = banget

disit = dulu

ndisiti = mendahului

lipen, liven = lipstik

rowas-rawes = berantakan (acak-acakan)

ke-leg = ketelan

di cekeli = dipegangin

manga = buka mulut

mangan : makan
mlayu : lari (berlari)
mlaku : jalan (berjalan)
turu : tidur
ngangsu : ambil air di sumur pakai ember
njagong : duduk
ngguyu : tertawa
wareg : kenyang
kenchot : laper
keblethengen : ingin buang air besar
kuwe : itu
kiye : ini
endhas : kepala
garing : kering
numpak : naik
semblothongan = sembarangan, asal-asalan
jane = seharusnya
nek/angger = kalau
boled=ketela pohon

BAJUL


BAJUL///BAJULLL

BANYUMAS Bukan Mbanyumas


Banyumas beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Banyumas (disambiguasi)

Kabupaten Banyumas
Lambang Kabupaten Banyumas
Berkas:Locator kabupaten banyumas.gif
Peta lokasi Kabupaten Banyumas
Koordinat : 7°25'26.85"S - 109°13'48.59"T
Motto: Rarasing Rasa Wiwaraning Praja
Provinsi Jawa Tengah
Ibu kota Purwokerto
Luas 1.329,02 km²
Penduduk
· Jumlah 1.752.846 (2007) [1]
· Kepadatan 1.122,84 (2006) [2] jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 27
· Desa/kelurahan 331
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal -
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati Drs. H. Mardjoko
Kode area telepon 0281
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. 404.114.000.000
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: www.banyumaskab.go.id

Kabupaten Banyumas, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Purwokerto. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes di utara; Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Kebumen di timur, serta Kabupaten Cilacap di sebelah selatan dan barat. Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah terdapat di ujung utara wilayah kabupaten ini.

Kabupaten Banyumas merupakan bagian dari wilayah budaya Banyumasan, dimana budaya ini terdapat di bagian barat Jawa Tengah. Bahasa yang dituturkan adalah Bahasa Banyumasan, yakni salah satu dialek Bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan dialek standar Bahasa Jawa. Terkenal dengan sebutan Ngapaknya.

Geografi

Batas-batas Kabupaten Banyumas adalah :

* Sebelah utara: Gunung Slamet, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang.
* Sebelah selatan: Kabupaten Cilacap
* Sebelah barat: Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes
* Sebelah timur: Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara.

Luas wilayah Kabupaten Banyumas sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah Sungai Serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman dan pekarangan, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan.

Bumi dan kekayaan Kabupaten Banyumas masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M dan masih aktif.

Keadaan cuaca dan iklim di Kabupaten Banyumas memiliki iklim tropis basah. Karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari pesisir pantai maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak. Namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4° C - 30,9° C.
Pembagian Administratif

Kabupaten Banyumas terdiri atas 27 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 301 desa dan 30 kelurahan.

Ibukota Kabupaten Banyumas adalah Purwokerto, dimana meliputi kecamatan Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, dan Purwokerto Utara. Purwokerto dulunya merupakan Kota Administratif, namun sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan Purwokerto kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Banyumas.

Diantara kota-kota kecamatan yang cukup signifikan di Kabupaten Banyumas adalah: Banyumas, Ajibarang, Wangon, Sokaraja, dan Buntu.

Kepala Pemerintahan

1. R. Djoko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabehi Merta Sura (1583-1600)
3. R. Ngabehi Merta Sura II, Ngabehi Kalidethuk (1601 - 1620)
4. R. Adipati Mertayuda I, Ngabehi Bawang (1620 - 1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II, R.T Seda Masjid/RT. Yudanegara I (1650-1705)
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 - 1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II, RT. Seda Pendapa (1745)
8. R. Tumenggung Reksa Praja (1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta dan bergelar Danureja I
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1780)
11. R. Tumenggung Tejakusuma, Tumenggung Keong (1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 - 1830) Kanoman : R. Adipati Broto Diningrat (RT. Martadireja)
14. RT. Martadireja II (1832 - 1882) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang)
15. R. Adipati Cokronegara I (1832 - 1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 - 1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadiredja III (1879 - 1913)
18. KPAA Ganda Subrata (1913 - 1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 - 1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 - 1953)
21. RE. Budiman (1953 - 1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30 Januari 1957 s/d 15 Desember 1957)
23. R. Bayu Nuntoro (15 Desember 1957 - 1960)
24. R. Subagyo (1960 - 1966)
25. Letkol Inf. Soekarno Agung (1966 -1971)
26. Kol. Inf. Pudjadi Jaring Bandayuda (1971 - 1978)
27. Kol. Inf. RG. Rudjito (1978 - 1988)
28. Kol. Inf. Djoko Sudantoko, S.Sos. (1988 - 1998)
29. Kol. Art. HM. Aris Setiono, SH, S.IP (1998 - 2008)
30. Drs.H.Mardjoko (2008 - sekarang)

Transportasi

Kabupaten Banyumas dilalui jalan negara yang menghubungkan kota Tegal-Purwokerto, Purwokerto-Temangggung-Magelang/Semarang, serta jalan lintas selatan Bandung-Yogyakarta-Surabaya. Wangon merupakan persimpangan jalur Yogyakarta-Bandung dan Tegal-Cilacap.

Angkutan umum bis antarkota diantaranya jurusan Jakarta, Tegal/Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta/Solo.

Kabupaten ini juga terdapat jalur kereta api lintas selatan Jakarta-Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya. Stasiun Purwokerto merupakan stasiun paling besar di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Di antara kereta api yang melintasi Purwokerto adalah: Bima (Jakarta Kota-Surabaya Gubeng), Argo Lawu (Jakarta Gambir-Solo Balapan), Senja Utama dan Fajar Utama (Pasar Senen-Yogyakarta), Logawa (Purwokerto-Jember), dan Purwojaya (Jakarta Gambir-Cilacap).

Media

Banyumas memiliki stasiun televisi lokal Banyumas Televisi, waktu on air adalah 12.00 sampai 23.00. Acaranya lebih banyak produksi sendiri dan hasil karya rumah produksi lokal dengan muatan gaya banyumasan yang kental, pada jam-jam tertentu juga merelay stasiun televisi Global TV atau MetroTV. Sedangkan surat kabar yang terbit di Banyumas antara lain Radar Banyumas, yang masih satu grup dengan Jawa Pos Surabaya. Sejak Mei 2006 lalu di Banyumas juga sudah terbit media lokal baru yang lebih mBanyumasi, yakni KORAN RAKYAT yang dikelola oleh pengusaha lokal.

Pendidikan

Kabupaten Banyumas memiliki perguruan tinggi negeri Universitas Jenderal Soedirman dan STAIN Purwokerto, yang berada di kota Purwokerto. Selain itu ada pula universitas swasta yakni Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Wijaya Kusuma.

Budaya

Budaya Banyumasan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Jawa Tengah, walaupun akarnya masih merupakan budaya Jawa.

Diantara seni pertunjukan yang terdapat di Banyumas antara lain:

* Wayang kulit gagrag Banyumas, yaitu kesenian wayang kulit khas Banyumasan. Terdapat dua gagrak (gaya), yakni Gragak Kidul Gunung dan Gragak Lor Gunung. Kekhasan wayang kulit gragak Banyumasan adalah nafas kerakyatannya yang begitu kental dalam pertunjukannya.
* Begalan, adalah seni tutur tradisional yang pada upacara pernikahan. Kesenian ini menggunakan peralatan dapur yang memiliki makna simbolis berisi falsafah Jawa bagi pengantin dalam berumah tangga nantinya.

Kesenian musik tradisional Banyumas juga memiliki kekhasan tersendiri dibanding dengan kesenian musik Jawa lainnya, diantaranya:

* Calung, adalah alat musik yang terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul. Perangkat musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa, terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang. Selain itu ada juga Gong Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (Bahasa Jawa: disebul), alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden. Aransemen musikal yang disajikan berupa gending-gending Banyumasan, gending gaya Banyumasan, Surakarta-Yogyakarta dan sering pula disajikan lagu-lagu pop yang diaransemen ulang.
* Kenthongan (sebagian menyebut tek-tek), adalah alat musik yang terbuat dari bambu. Kenthong adalah alat utamanya, berupa potongan bambu yang diberi lubang memanjang disisinya dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat kayu pendek. Kenthongan dimainkan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar 20 orang dan dilengkapi dengan bedug, seruling, kecrek dan dipimpin oleh mayoret. Dalam satu grup kenthongan, Kenthong yang dipakai ada beberapa macam sehingga menghasilkan bunyi yang selaras.
* Salawatan Jawa, yakni salah satu seni musik bernafaskan Islam dengan perangkat musik berupa terbang jawa. Dalam pertunjukan kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanji.
* bongkel, yakni peralatan musik tradisional sejenis angklung, namun terdiri empat bilah berlaras slendro.

Sejumlah tarian khas Banyumasan antara lain:

* lengger, merupakan tarian yang dimainkan oleh dua orang perempuan atau lebih. Di tengah-tengah pertunjukkan hadir seorang penari laki-laki disebut badhud (badut/bodor). Tarian ini umumnya dilakukan di atas panggung dan diiringi oleh alat musik calung.
* sintren, adalah tarian yang dimainkan oleh laki-laki yang mengenakan baju perempuan. Tarian ini biasanya melekat pada kesenian ebeg. Di tengah-tengah pertunjukan biasanya pemain ditindih dengan lesung dan dimasukan ke dalam kurungan, dimana dalam kurungan itu ia berdandan secara wanita dan menari bersama pemain yang lain.
* aksimuda, yakni kesenian bernafaskan Islam berupa silat yang digabung dengan tari-tarian.
* angguk, yakni kesenian tari-tarian bernafaskan Islam. Kesenian ini dilakukan oleh delapan pemain, dimana pada akhir pertunjukan pemain tidak sadarkan diri.
* aplang atau daeng, yakni kesenian yang serupa dengan angguk, dengan pemain remaja putri.
* buncis, yaitu paduan antara kesenian musik dan tarian yang dimainkan oleh delapan orang. Kesenian ini diiringi alat musik angklung.
* ebeg, adalah kuda lumping khas Banyumas. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan yang disebut bendhe.

Makanan khas Banyumas diantaranya adalah:

* keripik tempe,
* mendoan tempe,
* sate bebek Tambak,
* Soto Sokaraja, dage, dan
* getuk goreng sokaraja.

Banyumas juga menghasilkan batik, meskipun tidak setenar Solo, Yogyakarta dan Pekalongan. Batik Banyumas mempunyai keunikan karena kedua sisi muka dan belakang mempunyai kualitas yang hampir sama. Batik banyumas yang sekarang ini cukup terkenal adalah Batik produksi Pak Sugito dari Sokaraja.

Tempat wisata

Banyumas memiliki beberapa tempat wisata andalan, kebanyakan berupa keindahan alam seperti gua, air terjun dan wana wisata.

* Baturaden
* Pancuran Pitu
* Curug Cipendok
* Masjid Saka Tunggal
* Bumi Perkemahan Kendalisada
* Telaga Sunyi
* Mata Air Panas Kalibacin
* Bendung Gerak Serayu
* Wahana Wisata Lembah Combong
* Combong Valley Paint Ball and War Games

Tokoh terkenal

* Jenderal Soedirman, jenderal besar pertama di Indonesia. Legenda dalam dunia militer Indonesia, pakar perang gerilya dan terkenal gigih dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
* Jenderal Gatot Subroto, wakil kepala staf Angkatan Darat dan penggagas AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
* Ahmad Tohari, sastrawan yang dikenal melalui trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dan telah memperoleh penghargaan dari dalam dan luar negeri.
* S. Bagyo, pelawak yang terkenal pada tahun '80an, membintangi berbagai judul film dan sering tampil dalam acara lawak di TVRI.
* Sugino Siswocarito, dalang Banyumasan.
* Sugito Siswocarito, dalang Banyumasan.
* Mayangsari, artis penyanyi.
* Pangki Suwito, artis film.
* Bambang Set, sastrawan.
* Dharmadi, sastrawan.
* Edhie Romadon, dramawan
* Darto Helm, pelawak yang terkenal pada era '80an bersama dengan S. Bagyo
* Soesilo Sudarman, mantan menteri di era Orde Baru.
* Koes Hendratmo, presenter.
* Soeparjo Roestam, mantan menteri di era Orde Baru

SyUkUr


Syukur adalah bentuk dari rasa nikmat kita kepada tuhan yang memberikan banyak kenikmatan yang tiada taranya dan semua yang kita rasakan adalah sebuah kenikmatan yang tiada banding entah itu rasa bahagia, sedih maupun yang lain.
Dalam tiap langkah kita banyak kita lupakan kenikmatan kecil contohnya adalah kenapa kita dapat melihat pemandangan yang indah,kita dapat berjalan, dan merasakan kesejukkan udara pagi. apakah dari hal kecil itu kita dapat bersyukur dengan arti syukur yang sebenar-benarnya.
Syukur adalah bentuk rasa terima kasih kita kepada tuhan yang telah memberikan beribu-ribu kenikmatan. yang kenikmatan kecil maupun besar. syukur adalah bentuk wujud kita kepada tuhan dengan cara selalu melaksanakan kewajiban dan melaksanakan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah SWT.
marilah dari kita latihan bersyukur dari hal-hal kecil dulu kalau memang kita belum bisa melaksnakan syukur kita yang besar. dalam setiap hal entah kita bahagia, sedih atau rasa yang lain kita jaga lidah kita untuk menjaga atmosfir dalam hati untuk menjadi insan yang selalu menjaga hati dan selalu bersyukur atas nikmat dari_NYA.

SyUkUr