Rabu, 14 April 2010

"GelaP"

Gelap…
Aku terpenjara dalam hitam
Ku tak bisa lihat yang lain
Yang ada hanya gelap
Terkurung di antara kebasahan
Namun kenapa kering
Begitu pengap bau anyir udara
Hitam sudah menghitam

Berbahagia di antara kesunyian
Tetap kering dan benar-benar kering
Terus saja mengalir hingga tenggorokan
Aku kering tak bisa diam
Kehausan yang tak pernah terselesaikan
Bagaimana aku atasi semua
Tapi tetap saja gelap

Aku tetap terdiam mengusung cerita
Bariskan satu persatu kata yang pantas
Berfantasi di kalimat yang membuat ku terang
Mengukur semua kesetianku yang sesak di dada
Meneteskan satu denting keindahan dalam kalimat ku
Oh dasar…kutu busuk
Kau tetap merayapi hingga gelap lagi

Entah sampai kapan hitam ini selesaikan
Hingga bisa mengusung semua cerita yang ada
Pastikan semua tetap sama tapi tak mungkin
Hari terus saja berubah….???
Hitam tetap hitam gelap tak akan selesai…
Gelap! Kurang Ajar

Jumat, 09 April 2010

2 minggu

ya dua minggu...
aku berjalan dengannya
menyusuri lobang waktu
yang tak bertepi namun perih

saat yang indah tiba
berganti tunjukan pedih
menaruh keprihatinan di dada
merusak tatanan perilaku manusia

dia memanga cantik tapi durjana
terkadang menarik tapi tak jujur
kata setia hanya lidah kaku
tubuhnya hanya langkah fantasi

beratus kata dia ungkapan
namun dibelakang kepalsuan
memang aku salah
salah dalam bermain dengan dia

Jumat, 02 April 2010

di ujung lelah

memang semua ini indah
terbayang selalu yang indah
berharapa apa yang indah
namun semua hanya keindahan
dari sesuatu yang indah

tetap berjalan dalam kejauhan
mendekati sesuatu yang lain
berkata dalam gelap
yang tak perlu ku ungkap
apakah semua akan tetap sama

keindahan demi keindahan
terbang membawa dingin hati ini
jatuh dari kesepian kepada harap
menanti sebuah bayang yang tak mungkin terwujud

berapa langkah lagi
memang selalu begitu....
andai semua bisa berjalan
dengan ketenangan jiwa
aku akan bersyukur padamu
YA ILLAHI ROBBI...???

Senin, 22 Maret 2010

Aku

iya aku
tak tahan dengan berdeburanya angin
yang menerjang tiap waktu
mereka tak mau tahu dengan jalan mereka

semakin aku terjang angin itu semakin besar pula
angin yang aku hadapi
tak tahan aku tahan menahan deburan angin
seperti gelombang yang besar menghadang

padahal aku sudah dibentengi seribu kemaluan
yang tak akan mungkin terbongkar
karena aku berbaju perjuangan
atas nama berjuang demi kemenangan

tapi angin itu tetap saja pada berjalan
tak akan pernah berhenti di satu waktu
ya mereka tak kenal lagu kita
lagu berjuang atas nama kemenangan

Kamis, 11 Maret 2010

setiap detik

tiap fajar tiba terdengar
Namamu berkumandang
setelah matahari setengah hari
NamaMu juga berkumandang
ketika hari hampir menyingsing sore
namaMu tetap berkumandang
Buka mataku buka hatiku
Alloh terangilah
Hidupku dengan sinarMu

Aku meraba(?) tak berdaya
Tanpa rahmadMu aku hina

Beribu dosa telah terjadi
Bewarnai langkahku
Hitam diri
Hitamlah hari yang lalu
Gila tanpa cahayaMu
Gelap seluruh hidupku
Tak berdaya tak berarti sia-sia

Tak mungkin bisa ku sempurna
Mencintaimu seperti ke-Maha-anMu
Diri yang hina berlumur noda
Hanya bersimpuh
Memohon belas kasihMu

Beribu dosa telah terjadi
Bewarnai langkahku
Hitam diri
Hitamlah hari yang lalu
Gila tanpa cahayaMu
Gelap seluruh hidupku
Tak berdaya tak berarti sia-sia


Buka mataku buka hatiku
Alloh terangilah
Hidupku dengan sinarMu

Sabtu, 27 Februari 2010

" Apa yang harus ku katakan padamU "

apa yang harus ku katakan padamu
padahal disini aku disini masih sendiri
tak wanita lain kecuali namamu yang ada
tapi kenapa kau lakukan hal yang tak pantas aku dengar

coba kamu resapi diri dulu
aj siapa yang salah
aku atau kamu....

Rabu, 24 Februari 2010

GadiskU

sejakku berjumpa denganmu,
tingkahmu menggoda tidurku
walau ku coba berhenti, aku bermimpimu
walau ku coba bernyanyi, hilangkan bayangmu
inginku maki hati ini saat mengenangmu....
Gadisku....
sejakku belatkan tekadku
ku harus memboyong dirimu
walau kau peragawati ku coba mengerti
walau kau wanita malam kan ku coba paham
sebab ku Nikahi hanya engkau bukan profesimu
Gadisku....
sejakku mencintai dirimu, bayangmu mengisi prosaku
walau kau anak menteri aku tak perduli
walau kau anak tukang patri aku tak perduli
sebab yang kucumbu engkau bukanlah bapakmu
Gadisku....
walau wajahmu empat persegi aku pun tak ngeri
walau badanmu tanpa lekuk tetap aku peluk
sebab ku pinta hanya hatimu bukanlah wujudmu...
Gadisku....